Biaya Cek Kesehatan di Korea dan Dokumen yang Diminta
Surat itu datang dalam amplop putih. Tulisannya Korea semua, ada kata geongang geomjin di bagian atas, dan Anda tidak tahu apakah itu tagihan, undangan, atau peringatan.
Itu bukan tagihan. Itu undangan gratis yang nilainya ratusan ribu won, dan setiap tahun ribuan pendatang membuangnya karena tidak bisa membacanya. Sementara di sisi lain, ada calon mahasiswa dan pekerja Indonesia yang justru panik karena kedutaan tiba-tiba meminta hasil rontgen paru sebelum visanya keluar.
Dua situasi, satu sistem yang sama. Mari kita bereskan urutannya.
Kenapa paru-paru Anda diperiksa sebelum visa keluar
Karena Indonesia masuk daftar negara dengan insidensi tuberkulosis tinggi versi otoritas kesehatan Korea, sehingga pemohon visa jangka panjang wajib menyerahkan hasil pemeriksaan TB.
Aturannya berlaku untuk visa yang masa tinggalnya 91 hari atau lebih. Artinya D-2 (mahasiswa), D-4 (pelatihan bahasa), E-9 (pekerja non-profesional), sampai F-6 (pernikahan) semuanya kena. Visa turis C-3 dan B-2 tidak.
Yang penting dan sering salah: pemeriksaan tidak bisa dilakukan di klinik mana pun. Kedutaan Besar Republik Korea hanya menerima hasil dari rumah sakit yang mereka tunjuk. Hasil dari lab lain, sebagus apa pun, akan ditolak di loket. Cek daftar terbarunya lewat Kementerian Luar Negeri Korea sebelum Anda membayar apa pun.
Prosesnya sendiri sederhana. Rontgen dada, dan bila ada bayangan mencurigakan, dilanjutkan tes dahak yang memakan waktu beberapa minggu. Panduan pengendalian TB nasionalnya diterbitkan Korea Disease Control and Prevention Agency.
Pemeriksaan tuberkulosis bagi pemohon visa jangka panjang dari negara berinsidensi tinggi bertujuan mencegah penularan di dalam negeri, bukan untuk membatasi masuknya warga negara tertentu. Pemohon yang terdiagnosis dan menyelesaikan pengobatan tetap dapat memperoleh visa.
Jadi TB adalah urusan sebelum berangkat. Begitu Anda mendarat dan tinggal cukup lama, sistemnya berbalik: negara yang justru mengejar Anda untuk diperiksa.
IMAGE_PLACEHOLDER_1
Siapa yang diperiksa gratis, siapa yang membayar penuh
Jawaban singkatnya: kalau kartu asuransi Anda aktif, skrining umum tahunan itu gratis. Kalau Anda turis, semua ditanggung dompet sendiri.
Sejak Juli 2019, warga negara asing pemegang visa jangka panjang yang sudah tinggal 6 bulan di Korea otomatis terdaftar sebagai peserta wajib National Health Insurance Service (NHIS). Bukan pilihan, bukan pendaftaran manual. Premi untuk peserta perorangan berada di kisaran 150.000 won per bulan, dan tagihannya datang tiap bulan entah Anda memakainya atau tidak.
Karena Anda sudah membayar itulah skrining tahunannya menjadi hak. Rinciannya:
- Skrining umum (일반건강검ginan tidak) ditanggung penuh: tinggi badan, berat, tekanan darah, tes darah, urin, rontgen dada, dan konseling dokter.
- Skrining kanker menyisakan 10% biaya pribadi atau bonin budam. Lambung mulai usia 40 tahun setiap 2 tahun, kolorektal mulai 50 tahun setiap tahun, payudara mulai 40 tahun setiap 2 tahun, serviks mulai 20 tahun setiap 2 tahun.
- Peserta berpenghasilan rendah dan penerima bantuan medis dibebaskan dari 10% itu.
Peserta pekerja kantoran mendapat panggilan setiap tahun, sementara peserta perorangan dan tanggungan umumnya dijadwalkan dua tahun sekali mengikuti tahun lahir ganjil atau genap. Ketentuan resminya bisa Anda periksa di National Health Insurance Service.
Sekarang sisi lainnya. Anda datang dua minggu untuk konser, dan ingin sekalian medical check-up karena harganya jauh lebih murah dibanding paket sejenis di Jakarta. Itu sah dan banyak dilakukan. Tapi tanpa NHIS, tarifnya tarif penuh:
- Paket dasar: 200.000 sampai 400.000 won
- Paket menengah dengan USG perut dan endoskopi: 500.000 sampai 800.000 won
- Paket komprehensif dengan MRI atau CT: di atas 1.000.000 won
Pusat pemeriksaan yang melayani pasien internasional terdaftar di Korea Health Industry Development Institute, dan hanya rumah sakit terdaftar yang boleh menerima pasien asing untuk tujuan medis.
Tiga biaya yang paling sering terlewat pendatang: biaya penerjemah bila rumah sakitnya kecil, biaya sedasi untuk endoskopi (sekitar 50.000 won, sering tidak masuk harga paket), dan biaya konsultasi lanjutan bila hasilnya butuh pemeriksaan ulang.
Panduan Asuransi Kesehatan NHIS untuk Warga Asing di Korea
Sampai di sini uangnya sudah jelas. Masalah berikutnya jauh lebih menakutkan bagi banyak orang: menelepon rumah sakit dalam bahasa Korea.
Cara booking tanpa perlu bicara bahasa Korea
Anda tidak harus menelepon. Tiga jalur di bawah ini semuanya bisa ditempuh tanpa percakapan telepon berbahasa Korea.
Jalur pertama, untuk peserta NHIS. Surat undangan yang datang itu berisi daftar rumah sakit yang ditunjuk di dekat alamat Anda. Cari daftar yang sama di situs NHIS atau aplikasi The Health iN, lalu datang langsung. Banyak klinik skrining menerima kedatangan tanpa janji temu di pagi hari, dan sebagian besar hanya butuh kartu identitas Anda. Bila ingin memastikan, hotline NHIS di 1577-1000 menyediakan bantuan bahasa asing.
Jalur kedua, untuk turis dan pasien internasional. Rumah sakit besar punya International Healthcare Center dengan koordinator berbahasa Inggris, dan pemesanan dilakukan lewat email atau formulir daring. Jadwalkan minimal 1 minggu sebelumnya karena pemeriksaan pagi selalu penuh.
Jalur ketiga, saat Anda bingung di tengah jalan. Hotline pariwisata 1330 yang dikelola Korea Tourism Organization beroperasi 24 jam dan melayani penerjemahan tiga arah, termasuk saat Anda sedang berdiri di depan meja resepsionis rumah sakit. Ini alat yang paling kurang dimanfaatkan pendatang Indonesia.
Satu hal soal jadwal. Pemeriksaan hampir selalu dimulai pukul 08:00 dan selesai sebelum makan siang, karena Anda harus dalam kondisi puasa. Jangan ambil slot sore, jarang ada.
Anda sudah punya jadwal. Pertanyaan terakhir sebelum berangkat: apa yang Anda bawa, dan apa yang membuat orang dipulangkan dari loket.
Dokumen yang membuat orang dipulangkan dari loket
Yang wajib dibawa hanya dua sampai tiga lembar, tapi salah satu di antaranya paling sering tertinggal.
Untuk peserta NHIS:
- Kartu Izin Tinggal Orang Asing atau oegugin deungnok jeung (ARC). Ini yang paling sering tertinggal. Foto di ponsel tidak diterima, harus kartu fisik.
- Surat undangan skrining (건강검진표). Bila hilang, petugas biasanya masih bisa mencari data Anda lewat nomor ARC, tetapi prosesnya lebih lama.
- Nomor telepon Korea yang aktif, karena hasil dan panggilan ulang dikirim lewat SMS.
Untuk turis atau pemegang C-3:
- Paspor asli
- Konfirmasi pemesanan dari rumah sakit
- Kartu kredit internasional, karena sebagian pusat pemeriksaan tidak menerima tunai dalam jumlah besar
- Alamat surel yang benar, sebab laporan berbahasa Inggris dikirim digital 1 sampai 2 minggu kemudian
Satu catatan status keimigrasian yang penting. Beberapa status seperti E-2 dan E-6-2 mensyaratkan surat keterangan pemeriksaan narkoba saat pengajuan atau perpanjangan izin tinggal, dan itu pemeriksaan terpisah, bukan bagian dari skrining NHIS. Persyaratan per status diumumkan Korea Immigration Service dan portal HiKorea. Jangan berasumsi satu paket menutup semuanya.
Cara Mengurus ARC di Korea untuk Pemegang Visa Jangka Panjang
Dokumen beres. Tinggal satu hal yang tidak pernah ditulis di brosur rumah sakit mana pun, dan justru paling menyusahkan pembaca Muslim.
IMAGE_PLACEHOLDER_2
Puasa 8 jam, lalu bubur itu isinya apa
Setelah pemeriksaan, hampir semua pusat skrining di Korea menyajikan bubur gratis. Masalahnya, kaldu bubur itu kerap berbasis daging sapi atau ayam yang tidak bersertifikat halal, dan kadang mengandung minyak wijen bercampur bahan lain.
Mari mulai dari puasanya. Anda diminta tidak makan dan tidak minum selama 8 jam, umumnya sejak pukul 22:00 malam sebelumnya. Air putih dalam jumlah kecil biasanya diperbolehkan sampai 2 jam sebelum pemeriksaan, tetapi konfirmasikan ke rumah sakit karena aturan tiap tempat berbeda. Bila pemeriksaan Anda jatuh di bulan Ramadan, jadwalkan pagi hari setelah sahur, bukan sore.
Untuk urusan makanan setelahnya, ada tiga langkah praktis:
- Tolak bubur rumah sakit dengan sopan, cukup katakan Anda tidak makan daging. Bawa kurma atau roti dari rumah untuk mengisi perut segera setelah pengambilan darah.
- Cari restoran bersertifikat di sekitar rumah sakit lebih dulu. Korea Muslim Federation adalah lembaga sertifikasi halal resmi di Korea, dan daftar restoran serta masjid yang mereka akui bisa dilihat di koreaislam.org.
- Gunakan klasifikasi Muslim friendly milik Korea Tourism Organization, yang membagi tempat makan menjadi beberapa tingkat mulai dari bersertifikat penuh hingga self-certified dan pork free. Tingkat itu penting, karena tidak semuanya setara.
Soal salat, jangan berharap rumah sakit umum punya musala. Yang tersedia biasanya ruang doa lintas agama atau kapel kecil. Bila Anda menjalani pemeriksaan di Seoul, Seoul Central Masjid di Itaewon adalah titik acuan yang paling aman untuk salat dan makan siang setelahnya. Di Incheon International Airport, ruang salat tersedia bagi Anda yang menjadwalkan pemeriksaan di hari keberangkatan.
Satu catatan obat. Bila hasil skrining berujung resep, tanyakan kandungan kapsulnya. Cangkang kapsul gelatin di Korea umumnya berbasis sapi atau babi, dan apoteker biasanya bersedia mengganti ke bentuk tablet bila Anda memintanya. Informasi obat dan tarif layanan medis dipublikasikan Health Insurance Review and Assessment Service, sementara kebijakan kesehatan nasional secara umum diterbitkan Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan.
Panduan Makanan Halal dan Ruang Salat di Seoul
Kesimpulan
Urutan yang perlu Anda kerjakan, dari sekarang.
Bila Anda masih di Indonesia dan mengurus visa 91 hari atau lebih, jadwalkan pemeriksaan TB di rumah sakit yang ditunjuk kedutaan lebih dulu, karena tes lanjutan bisa memakan beberapa minggu dan itulah penyebab visa terlambat.
Bila Anda sudah tinggal di Korea lebih dari 6 bulan, Anda peserta NHIS dengan premi sekitar 150.000 won per bulan. Jangan buang amplop putih itu. Skrining umumnya gratis, skrining kanker hanya menyisakan 10%, dan pemeriksaan lambung dimulai pada usia 40 tahun.
Bila Anda datang sebagai turis, siapkan 200.000 sampai 400.000 won untuk paket dasar, pesan seminggu sebelumnya, dan hitung biaya sedasi endoskopi sekitar 50.000 won yang jarang masuk daftar harga.
Dan apa pun status Anda, puasa 8 jam, simpan nomor 1330 di ponsel, lalu tentukan tempat makan halal Anda sebelum berangkat, bukan setelah perut kosong dan darah baru diambil.
자주 묻는 질문
QApakah turis Indonesia bisa ikut cek kesehatan di Korea tanpa asuransi NHIS?
Bisa, tetapi seluruh biaya ditanggung sendiri dengan tarif non-peserta. Paket dasar berkisar 200.000 sampai 400.000 won dan paket komprehensif dengan MRI melebihi 1.000.000 won. Pesan lewat International Healthcare Center rumah sakit besar minimal satu minggu sebelumnya, dan bawa paspor asli beserta kartu kredit internasional.
QSaya mahasiswa D-2 baru 3 bulan di Korea, apakah sudah dapat skrining gratis?
Belum. Pendaftaran wajib sebagai peserta NHIS berlaku setelah tinggal 6 bulan dengan visa jangka panjang, dan hak skrining mengikuti status kepesertaan itu. Sebelum ambang tersebut, Anda membayar tarif penuh atau memakai asuransi swasta kampus. Periksa status kepesertaan Anda di situs NHIS atau melalui hotline 1577-1000.
QApakah hasil pemeriksaan tuberkulosis dari klinik di Jakarta bisa dipakai untuk visa Korea?
Hanya bila klinik tersebut termasuk rumah sakit yang ditunjuk Kedutaan Besar Republik Korea. Hasil dari fasilitas di luar daftar itu akan ditolak meskipun formatnya lengkap. Selalu ambil daftar terbaru sebelum membayar biaya pemeriksaan, karena daftarnya diperbarui secara berkala.
QBagaimana memastikan makanan setelah pemeriksaan halal, sementara rumah sakit hanya menyediakan bubur?
Tolak bubur rumah sakit dan bawa bekal ringan seperti kurma atau roti untuk dikonsumsi segera setelah pengambilan darah. Cari restoran bersertifikat Korea Muslim Federation di sekitar rumah sakit sebelum hari pemeriksaan, atau gunakan klasifikasi Muslim friendly dari Korea Tourism Organization. Perhatikan tingkatnya, karena kategori self-certified dan pork free tidak setara dengan sertifikasi penuh.
QApakah skrining NHIS sudah mencakup pemeriksaan narkoba untuk perpanjangan visa?
Tidak. Skrining kesehatan NHIS dan surat keterangan pemeriksaan narkoba untuk keperluan keimigrasian adalah dua pemeriksaan terpisah dengan formulir berbeda. Status seperti E-2 dan E-6-2 memiliki persyaratan khusus yang diumumkan melalui portal HiKorea. Konfirmasikan daftar dokumen ke kantor imigrasi sebelum membuat janji temu.
출처 및 인용
- [1]
Warga negara asing pemegang visa jangka panjang yang tinggal 6 bulan atau lebih wajib menjadi peserta asuransi kesehatan nasional, dan peserta berhak atas skrining kesehatan umum serta skrining kanker dengan biaya pribadi 10%
- [2]
Tarif layanan medis dan informasi obat yang ditanggung asuransi kesehatan nasional
- [3]
Kebijakan program skrining kesehatan nasional dan jaminan kesehatan masyarakat Korea
- [4]
Panduan pengendalian dan pemeriksaan tuberkulosis nasional Korea
- [5]
Daftar rumah sakit yang ditunjuk untuk pemeriksaan tuberkulosis bagi pemohon visa jangka panjang dari negara berinsidensi tinggi
- [6]
Persyaratan dokumen per status izin tinggal, termasuk surat keterangan pemeriksaan narkoba untuk status tertentu
- [7]
Sertifikasi halal resmi di Korea serta daftar restoran dan masjid yang diakui
- [8]
Klasifikasi restoran Muslim friendly dan layanan hotline penerjemahan 1330
- [9]
Registrasi fasilitas medis yang diizinkan menerima pasien internasional